Timeless Beauty
20 Maret 2026
Glabellar Lines: Penyebab & Cara Mengatasi Garis di Dahi
Garis di area dahi bukan hanya yang tentang garis horizontal, namun garis vertikal atau glabellar lines juga menjadi concern yang harus diatasi. Membuat seseorang terlihat lebih tegas, serius, dan depresi. Awalnya, garis glabellar hanya muncul saat kita berekspresi, cemas, tegang atau sedang berkonsentrasi, tapi garis-garis ini menjadi lebih jelas dan nyata seiring proses penuaan.
Kita mungkin tidak bisa memutarbalikkan waktu menjadi 5-10 tahun lebih muda, di mana kulit di area dahi masih halus tanpa kerutan, tapi setidaknya kita bisa melakukan perawatan untuk membuat tampilan garis glabellar lebih samar bahkan tak terlihat. Yuk, cari tahu selengkapnya tentang glabellar lines dan cara mengatasinya dalam artikel berikut!
Apa Itu Glabellar Lines?
Glabella adalah nama untuk kulit yang berada area datar yang terletak di dahi, di antara alis, dan tepat di atas jembatan hidung. Kulit ini kerap digerakkan oleh otot-otot dahi ketika seseorang mengeluarkan ekspresi.
Glabellar lines sendiri merupakan garis kerut yang memanjang, berbentuk vertikal, dan terletak di antara kedua alis. Garis ini juga dikenal dengan sebutan “garis I I”. Terbentuk akibat gerakan berulang dari otot-otot di sekitar area kulit glabella. Terutama saat mengerutkan kening, berkonsentrasi, tegang, atau saat sedang berpikir.
Penyebab Glabellar Lines
Kemunculan garis glabellar adalah kombinasi dari faktor internal dan eksternal. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab garis glabellar terekspos dan terlihat jelas meski sedang dalam keadaan rileks tanpa ekspresi berlebih:
1. Penuaan Kulit
Penuaan sebagai bagian dari kehidupan yang tidak bisa dilawan dan dihindari, hanya bisa diupayakan. Ini menjadi faktor utama penyebab glabellar lines. Di usia 30-an awal, garis glabellar Anda mungkin mulai muncul sesaat dan hilang, namun seiring berjalannya waktu, garis tersebut akan semakin dalam dan tetap terlihat dengan atau tanpa ekspresi yang memicunya.
2. Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah, seperti tertawa, sedih, depresi, berpikir, mengerutkan kening, menyipitkan mata, dan lain sebagainya turut berkontribusi terhadap munculnya glabellar lines. Hal ini terjadi karena gerakan/kontraksi otot yang terjadi secara berkala dan berulang saat mengeluarkan ekspresi.
3. Paparan Sinar UV
Paparan berlebih dari sinar UV dapat merusak kolagen dan elastin, protein penting yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Ketika serat-serat ini rusak kulit jadi lebih rentan terhadap kerutan dan garis-garis halus, termasuk garis glabellar. Sinar UV terutama UVA mampu menembus lapisan terdalam kulit dan bisa menyebabkan tanda penuaan dini berupa bintik hitam maupun keriput.
4. Genetik
Genetik menjadi salah satu faktor yang memainkan peran penting dalam bagaimana kulit kita menua. Beberapa orang mungkin secara genetik mengalami garis kerutan di dahi lebih awal dan jelas daripada yang lainnya.
5. Kebiasaan Buruk Lainnya
Gaya hidup sangat memengaruhi kondisi kesehatan kulit. Kebiasaan buruk seperti merokok bisa mengurangi aliran darah, merusak kolagen dan elastin, yang akhirnya bisa meningkatkan risiko munculnya kerutan di garis glabellar. Di sisi lain, dehidrasi akibat kurang minum air putih secara perlahan bisa merusak penampilan kulit, membuatnya tampak kusam, kering, dan rentan kerutan. Maka dari itu penting untuk membangun kebiasaan sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk demi kulit yang terawat.
Cara Mengatasi Glabellar Lines
Mengatasi dan meminimalkan tampilan glabellar dengan treatment atau perawatan lebih cepat efektif daripada dengan skincare. Pilihan treatment berikut bisa jadi pilihan terbaik untuk Anda yang ingin menghilangkan glabellar lines:
Botox
Berbicara soal kerutan, botox menjadi solusi favorit yang menjanjikan hasil optimal dalam waktu singkat. Botox bisa meminimalkan tampilan garis glabellar dengan cara merilekasikan otot-otot di area kulit glabella. Prosedur ini bisa terbilang cukup terjangkau dan minim efek samping. Namun, Anda perlu me-retouch botox Anda setiap 6-12 bulan sekali.
Juvederm
Jika Anda menginginkan soft tissue filler untuk mengatasi glabellar lines, juvederm adalah jawaban yang tepat. Perawatan filler berbasis asam hialuronat ini mampu mengisi volume yang hilang di area glabellar, serta mengurangi kerutan dan garis halus pada wajah. Hasil dari juvederm biasanya dapat bertahan hingga 12 bulan.
Restylane
Masih sama dengan juvederm, restylane juga termasuk dalam filler biogel paling populer untuk mengoreksi kontur wajah, mengisi kerutan dan lipatan sedang hingga parah di area dahi. Restylane memiliki kandungan asam hialuronat dengan konsentrasi 2% mampu mengatasi garis-garis glabellar, memberikan hasil yang lebih alami dan tahan lama.
Laser Resurfacing
Beberapa jenis laser resurfacing yang digunakan untuk mengatasi glabellar lines adalah laser CO2 dan laser ablatif lainnya. Laser bekerja dengan cara merangsang produksi kolagen baru yang lebih halus dan kencang di lapisan kulit yang lebih dalam.
Topikal Krim Anti-Aging
Perawatan topikal yang digunakan dan dilakukan secara konsisten bisa membantu menyamarkan sekaligus mencegah pembentukan garis halus di area glabella. Terutama untuk garis kerutan yang disebabkan oleh sinar UV. Anda bisa mengaplikasikan pelembab dan sunscreen secara konsisten dan berkelanjutan agar kulit tetap lembap dan terhidrasi.
Kesimpulan
Garis glabellar merupakan kerutan yang muncul di dahi yang secara spesifik letaknya di antara kedua alis. Garis-garis ini dapat semakin jelas seiring bertambahnya usia dan mampu memengaruhi tampilan wajah seseorang. Kabar baiknya, masalah kulit yang satu ini bisa dihilangkan dengan perawatan botox.
Yuk, kembalikan elastisitas kulit dengan treatment botox di Aesthica. Ditangani langsung oleh dokter spesialis kulit dan tenaga medis profesional, memastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik untuk yang lebih kencang, halus, dan bebas kerutan.
Share This: